Cerita seram uji nyali swasta

              Ada yang tidak percaya Alan keberadaan hantu. Namanya Yoan. Ia sekarang duduk dibangku kelas 3 SMA . Yoan berbadan besar, tinggi , dan berkulit putih . Ia  memiliki teman dekat. Mereka adalah Karina, Juan, dan Alex. Yoan seorang yang paling pemberani. Ia pernah memasuki rumah angker bersejarah. Saat itu, Yoan ditantang oleh teman-temannya untuk mengikuti uji nyali di rumah angker tersebut. Yoan bersedia asalkan ditemani oleh ketiga  temannya.

           
              Kata penduduk setempat, rumah angker itu berpenghuni berbagai macam hantu. Diantara nya hantu kuntilanak, genderuwo,pocong, wewe gombel , Dan semacamnya. Yoan berulang kali diingatkan oleh teman-temannya untuk tidak melakukan hal-hal aneh seperti membakar kentang , berkata kazar (mizoh) , Dan berteriak Karena mengganggu penunggu disana. Yoan malahan mengganggap remeh Hal itu Dan malah menantang  penunggu rumah kosong yang jelas itu adalah hal yang membahayakan untuk dilakukan olehnya.

               Rumah itu merupakan rumah kosong yang sudah tidak terawat bisa dibilang buruk karena sudah banyak ditumbuhi oleh jamur,lumut, dan ilalang bahkan pintu , jendela dan atapnya pun telah hancur karena terlalu tua.  Yoan yang merasa paling sok-sokan dan paling berani, terlebih dahulu memasuki rumah angker tersebut . Kemudian disusul oleh teman-temannya di belakang.  

                  Rumah itu setelah diketahui dari informasi warga ternyata rumah tersebut memiliki 3 lantai dengan 1 ruang   bawah tanah. Jumlah kamar di rumah itu  ada sepuluh  dengan 4 kamar mandi . Ketiak memasuki  ruang itu, yang tercium adalah aroma melati, aroma rumah tua tak terpakai dan ada juga aroma darah . Saat didalam sana dari tulang terasa dingin dan kulit pun dibuatnya merasa merinding dengan keadaan yang gelap dan suhu yang dingin dirasakan oleh tubuh Yoan dan kawan-kawan diruang senyap.

             Konon,ruang angker itu adalah bekas tempat pembantaian tahanan perang saat masa penjajahan Belanda . Warga serta penduduk sekitar sering sekali melihat penampakan dan suara jeritan ,seperti teriakan minta tolong dan minta ampun dari para tahanan yang dihajar dan disiksa oleh tentara Belanda yang kelaparan dan kesakitan . Ngeri jadinya jika kita sendiri yang mengalami nya . Para tahanan   itu kebanyakan adalah orang - orang tak bersalah yang ingin membela dan mempertahankan  tanah air Indonesia tercinta . Mengetahui hal itu membuat Yoan dan teman -temannya merinding , seakan mereka sudah merasa kan kehadiran dari hantu itu sendiri.

                     Saat mereka sampai di lorong bawah tanah ,mereka melihat penampakan. hantu berwujud hitam dan besar "genderuwo" . Mereka pun lari sampai lantai teratas . Dilantai itu, mereka mendengar ada suara seperti berjalan dan suara perempuan sedang menangis . Mereka menjadi ketakutan . Apalagi,Yoan membuka salah satu kamar asal suara  perempuan itu . Ternyata isinya adalah hantu kuntilanak dengan wajah gelap seram . Mereka semua terkejut dan turun lari terbirit-birit menuju lanlantai dua.

            Tanpa sadar, mereka semua terpisah. Yoan merasa bertanggung jawab atas terpisahnya teman-teman dirumah itu . Maka, Yoan mencari mereka sambil berteriak , "Teman - teman , kalian di mana ? Ini Yoan! "

            Tanpa diduga, teriakan Yoan malah dibalas oleh suara perempuan dengan nada yang menyeramkan, "Hi hi hi, temanmu tidak akan selamat ! Hi hi hi....."  

            Karena khawatir dengan teman-temannya , Yoan pun mencari mereka ke seluruh bagian rumah angker tersebut . Semakin kedalam ruang-ruang di dalam rumah angker itu semakin menyeramkan dan semakin membuat Yoan merinding kedinginan . Meski begitu , ia terus mencari teman-temanya .

        
               Akhirnya Yoan berhasil menemukan teman-temannya yang bersembunyi di salah satu sudut ruangan. Mereka cepat-cepat kabur dari rumah itu dan pulang kerumahnya masing-masing. Mereka baru sadar kalau sampai dirumah pukul dua pagi. Saat tidur, ternyata mereka mengalami mimpi buruk yang jauh lebih seram dari pengalaman saat berada di rumah angker.

             Keesokan harinya saat di sekolah , mereka membicarakan hal yang telah mereka semua alami. Meski sedikit merasa trauma, tapi mereka seperti merasa lebih tertantang dengan hal-hal semacam itu. Bahkan kalo ada uji nyali lagi, mereka akan mengikuti nya kembali.

           Dikelas , mereka terus saja membicarakan hal-hal menyeramkan itu sampai takut ke toilet. Yoan minta ditemani saat ke kantin.

         Saat sedang makan dikantin, Karina , membayangkan wajah hantu dan berteriak- teriak sendiri seperti kesurupan  hingga semua orang datang menolong nya.

           Meski begitu, mereka tidak kapok. Suatu hari, mereka mencoba lagi untuk mengikuti uji nyali yang didukung oleh stasiun televisi. Namun, Karina tidak ikut, hanya Yoan , Juan dan Alex.

       
            Uji nyali ditetapkan di bangunan tua bekas pabrik.
Bangunan tua itu sudah lama sekali tidak digunakan sebagai pabrik karena alasan tertentu. Aktivitas pabrik dipindahkan di tempat lain. Bangunan tua itu bekas pabrik gula, pabrik itu Sekarang menjadi sunyi dan sepi. Penduduk sekitar juga merasakan itu . Bangunannya menjadi seram dan angker.

          Pabrik gula tersebut juga peninggalan penjajah zaman dahulu kala. Uji nyali dilaksanakan pada pukul tujuh malam.

        "Bagaimana?  Apa kalian siap?" Tanya tim kreatif televisi tersebut.

            "Yah, walau sedikit ragu, tapi kami siap!" Ujar Yoan mantap.

           Mereka bertiga pun mulai memasuki bangunan tersebut.

        Juan berkata, "kok beda, ya, perasaan di sini dengan dirumah yang angker dulu. Baru di luar aja udah seram, apa lagi didalam?

          Mereka mulai memasuki bangunan tua itu. Dimulai dari Yoan, kemudian dilanjutkan Juan, dan diikuti Alex.

    

         Begitu memasuki bangunan tersebut, Juan mulai berteriak-teriak seolah-olah sedang melihat sesuatu yang mengerikan. Namun, ia sempat tenang sementara. Ia lalu mengarah kekiri bangunan, pas dkt mesin penggilingan tersebut. Salah satu pegawai pabrik meninggal tidak wajar di samping mesin tersebut. 

          Sedangkan yoan dengan tenangnya masih mencari-cari tempat yang menjadikannya penasaran. " sebenarnya ada apa dengan bangunan tua ini? Kenapa banyak orang mengatakan bangunan pabrik ini angker?" Pikirnya dalam hati.

          Yoan memasuki ruangan disela-sela mesin-mesin pabrik. Ada satu ruangan yang membuat Yoan tergerak untuk mendekati karena terdengar suara pintu terbuka, padahal di ruangan itu kosong. Tangisan perempuan mulai terdengar. 

         "Tolong! Tolong saya!" Jerit perempuan yang tiba-tiba memperlihatkan wajahnya di hadapan Yoan. Yoan tersentak seketika. Perempuan itu sebenarnya cantik, tetapi wajah nya penuh luka. Ia merintih kesakitan. Yoan bingung apa yang harus ia lakukan. Ia kemudian mencoba berkomunikasi dengan perempuan yang arwahnya masih gentayangan itu.

         Begitu juga dengan Alex. Ia dihantui seorang perempuan yang menangis dan berteriak minta tolong. Suara benda jatuh dari kiri dan kanan. Alex juga dikagetkan wajah perempuan yang mengerikan.

         Sekitar tiga jam mereka bertiga di dalam bangunan pabrik itu. Mereka masing-masing mendapatkan penampakan perempuan -perempuan yang sepertinya meninggal secara tidak wajar. Akhirnya, mereka bertiga keluar dari bangunan pabrik tersebut. Mereka menceritakan pengalaman atas kejadian yang baru saja mereka alami. Satu persatu dari mereka menjawab pertanyaan dari tim kreatif.

         

            " Apa perasaan kalian setelah mengikuti uji nyali?"

Pertanyaan terakhir dari tim kreatif televisi itu dijawab dengan kompak, " yang pasti takut,gelisah, khawatir kalau ada penampakan."[ ]

          

Komentar